Hingga saat ini, total pengadaan Gabah Kering Panen (GKP) telah mencapai angka hampir 1.300 ton. Langkah ini diambil untuk memastikan hasil panen petani lokal terserap dengan harga yang layak sesuai regulasi, sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Jawa Timur, khususnya Nganjuk dan sekitarnya.
Perum Bulog Kantor Cabang Kediri melakukan penyerapan GKP di tingkat petani sesuai dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
Kepala Cabang Perum Bulog Kediri, Harisun, menyebut strategi jemput bola ini dinilai lebih efektif untuk memotong rantai distribusi yang panjang dan memberikan kemudahan bagi para petani dalam menjual hasil buminya.
"Kami terjun langsung ke lapangan melalui Tim Jemput Pangan Pengadaan Gabah Dalam Negeri 2026. Fokus kami adalah memastikan GKP dari petani Nganjuk dapat masuk ke gudang Bulog secara maksimal dan sesuai standar kualitas yang ditetapkan," ungkap Harisun, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan upaya menjaga stabilitas harga gabah petani dan memperkuat cadangan pangan pemerintah.
Menurut Harisun, Kabupaten Nganjuk tetap menjadi salah satu daerah penyangga pangan utama bagi Bulog Kancab Kediri. Melimpahnya panen raya di beberapa kecamatan di Nganjuk dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi target pengadaan dalam negeri tahun 2026.
Harisun menjelaskan, hingga saat ini Perum Bulog Cabang Kediri telah menyerap gabah petani sebanyak 70.000 ton yang tersebar di seluruh wilayah kerja Bulog Kediri, meliputi Kabupaten/Kota Kediri serta Kabupaten Nganjuk.
Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah seiring penyerapan yang dilakukan oleh Bulog, baik langsung ke petani maupun melalui mitra.
Harisun menyebut, pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah daerah setempat, kelompok tani, mitra kerja penggilingan padi, dan pihak lainnya.
"Kami juga akan terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana supaya dapat menyerap hasil panen petani secara maksimal," kata Harisun.
Bulog Kediri juga telah memperkuat kemitraan dengan mitra penggilingan padi di wilayah kerjanya. Selain itu, petani diharapkan tidak terburu-buru dalam memanen padi karena hal tersebut akan berdampak pada kualitas beras yang dihasilkan.
Posting Komentar