Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan rangkaian kegiatan, mulai dari ziarah ke makam pahlawan buruh, Marsinah, hingga pemotongan tumpeng bersama.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi ziarah di pemakaman umum Desa Ngelundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk.
Di depan pusara Marsinah, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Tri Handy Saputra bersama jajaran Forkopimda tampak tertunduk khusyuk memanjatkan doa, dilanjutkan dengan tabur bunga sebagai simbol penghormatan atas perjuangan almarhumah bagi kaum buruh Indonesia.
Setelah prosesi ziarah selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang melibatkan seluruh tamu undangan dan perwakilan serikat pekerja. Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh jajaran pimpinan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan bahwa momentum May Day tahun ini harus dijadikan jembatan komunikasi yang lebih baik antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
"Hari ini kita tidak hanya mengenang perjuangan masa lalu di makam Marsinah, tetapi juga merayakan kebersamaan kita melalui tumpeng ini. Ini adalah simbol bahwa kesejahteraan buruh adalah tanggung jawab kita bersama dalam suasana yang guyub rukun," pungkasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Nganjuk, Istna Sofina Shofiani, turut hadir dan memberikan dukungan penuh dalam rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional yang dipusatkan di makam pejuang buruh, Marsinah, Desa Ngelundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, pada Jumat (1/5/2026).
"Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekan buruh. Semangat almarhumah Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja harus kita teruskan melalui sinergi yang harmonis antara regulasi pemerintah, kebutuhan pengusaha, dan kesejahteraan pekerja," ujar Kadisnaker di lokasi pemakaman.
Posting Komentar