Kelompok Tani di Desa Ngranget Dagangan Ikuti Penyuluhan Pengendalian Hama Tikus

‎Madiun -- Masih luasnya lahan persawahan di Desa Ngranget Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun yakni sekitar 43 hektar, tentunya membuat masyarakat dan Pemerintah Desa setempat fokus untuk mempertahankan hasil panen yang lebih baik. Namun kendala yang dihadapi oleh para petani saat ini adalah hama tikus yang membuat hasil panen menjadi berkurang.
‎Hendrik Eko Suyanto Kepala Desa Ngranget mengatakan salah satu hama yang menyerang tanaman padi di wilayahnya adalah tikus. Untuk itulah pihaknya bekerjasama dengan Gapoktan kecamatan Dagangan mengadakan penyuluhan Gerdal OPT (Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Tikus terhadap dua kelompok tani di Desa Ngranget, Kamis (23/7/2026).
‎"Penyuluhan Gerdal OPT Tikus untuk mengantisipasi maraknya hama tikus di areal persawahan milik warga yang mengakibatkan ruginya petani karena gagal panen", ungkap Kades Ngranget.


‎Dengan adanya penyuluhan Gerdal OPT Tikus diharapkan para petani bisa mengatasi hama tikus yang meresahkan. Kegiatan ini diadakan secara swadaya dua kelompok tani di desa Ngranget yang menghadirkan POPT (Penyuluh Organisasi Pengganggu 
‎Tanaman) Kecamatan Dagangan.
‎Sementara itu Ketua Gapoktan Kecamatan Dagangan Warsito mengatakan serangan tikus biasanya terjadi pada malam hari sedangkan pada siang hari tikus lebih banyak bersembunyi di dalam lubang. 
‎"Tikus dapat menyerang tanaman padi pada berbagai fase tanaman padi. Pada fase vegetatif, tikus akan memutuskan batang padi sehingga tampak berserakan, tikus akan menggigit lebih dari jumlah yang dibutuhkan untuk makan", ungkapnya. 
‎Kerusakan yang ditimbulkan oleh tikus bersifat khas, yaitu ditengah-tengah petakan sawah tampak gundul, sedangkan bagian tepi biasanya tidak diserang. Mereka juga menyerang bedengan persemaian dengan memakan benih-benih yang disebar atau mencabut tanaman-tanaman yang baru tumbuh. Tikus sawah suka menggali liang untuk berlindung. Tikus sawah termasuk omnivora (pemakan segala jenis makanan). Apabila makanan berlimpah mereka cenderung memilih yang paling disukai, yaitu biji- bijian atau padi yang tersedia di sawah. Pada kondisi bera, tikus sering berada di pemukiman, mereka menyerang semua stadium tanaman padi sejak pesemaian sampai panen. Tingkat kerusakan yang diakibatkan bervariasi tergantung stadium tanaman.
‎Warsito menambahkan penyuluhan pembuatan mercon asap untuk memberantas hama tikus penting dilakukan agar petani tidak dirugikan lagi akibat gagal panen.
‎penggunaan fumigasi asap belerang yang paling efektif adalah pada saat tanaman padi dalam stadia generatif karena tikus sawah sedang beranak di sarang. Fumigasi ini dilakukan menggunakan mercon tikus yang memiliki bahan aktif Belerang (sulfur 57%). Mercon tikus dibakar pada bagian sumbu dan segera dimasukkan ke dalam lobang aktif tikus. Mercon tikus akan mengeluarkan asap beracun, kemudian menutup semua lubang keluar yang ada dan tidak perlu dilakukan penggalian sarang tikus. Penggalian sarang tikus setelah fumigasi hanya untuk membuktikan kepastian kematian tikus dalam sarang. Fumigasi mempunyai keuntungan yaitu kemampuan membunuh tikus-tikus muda yang berada di dalam liang. Perlakuan fumigasi dengan mercon belerang mengakibatkan kematian tikus sawah paling cepat karena akan menimbulkan gangguan pada pembuluh-pembuluh sistem pernafasan tikus sehingga mempercepat kematiannya.

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :